mars 29, 2010
Masih Terjajah

Mungkin diantara kalian pernah mengalami rasanya berada di titik balik dalam hidup, saat-saat dimana kalian sadar sepenuhnya bahwa selama ini kalian telah berada di jalur yang salah dan tak ingin melanjutkan untuk berjalan di arah tersebut. Dalam titik balik kita tidak beranjak, melainkan merenungi kembali perjalanan yang telah kita tempuh selama ini, mereview kembali apa arti hidup menurut kita.

Dalam hidup, ada banyak titik balik yang bermunculan seiring dengan bertambahnya kedewasaan kita, seiring dengan bertambahnya ilmu dan pengalaman hidup kita. Titik balik pertama gw adalah ketika gw menjejakkan kaki ke pulau ini. Waktu itu gw sadar kalau gw ingin menjalani hidup seperti apa yang gw mau, bukan seperti apa yang orang tua atau masyarakat sekitar gw mau. I had that life for the next three years. Dan titik balik yang kedua gw adalah ketika gw meninggalkan pulau bali selama beberapa bulan. Disana gw mendapat banyak pelajaran hidup dan melihat hidup gw dari kacamata orang lain, bahwa hidup yang selama ini gw jalani adalah hidup yang sangat indah, betapa tempat yang gw tinggali saat ini adalah tempat yang paling indah dan paling nyaman yang mungkin tiada duanya di seluruh dunia.

Betapa kayanya negara kita, hingga para perusahaan penambang asing membawa lari hasil kekayaan tambang kita dan menjualnya di pasar dunia dengan hanya membayar uang izin penambangan kepada daerah. Betapa hebatnya para penjahit kita hingga mereka mau dibayar murah atas kerja keras mereka sepanjang hari untuk sepotong baju yang ditempeli merek dengan harga hampir 100 kali lipat upah mereka untuk diekspor dan diimpor kembali ke Indonesia? Betapa hebatnya para manager villa yang berdedikasi melayani tamu yang berlibur 7 hari seminggu dan hanya dibayar dengan gaji sebulan yang jumlahnya cuma sepertiga harga menginap di villa untuk semalam?

Titik balik gw adalah saat-saat dimana gw menyadari bahwa negara kita lebih hebat daripada negara-negara yang kita anggap hebat, hanya saja kita tidak pernah menganggap kita hebat. Betapa ternyata kita masih terjajah oleh para kapitalis-kapitalis dimana seharusnya kita sudah bisa memposisikan diri kita sejajar oleh mereka. Kita tak pernah menyadari betapa kita sudah disetir untuk mendewakan para kapitalis tersebut tanpa pernah mengetahui warna asli diri kita.

Saat ini adalah saatnya gw menunjukkan betapa hebatnya negara kita dan betapa para dewa kapitalis itu sebenarnya sama seperti kita. Saatnya kamu juga untuk bertanya pada diri sendiri untuk mempelajari siapa sebenarnya kamu, apa tujuan hidup kalian, apa keinginan kalian dan apa mimpi kalian. Stop melirik oranglain, berkacalah pada diri sendiri, katakan : kamu hebat. Negara kita butuh orang2 hebat seperti aku dan kamu, bukan para kapitalis yang menjajah kita dengan upah rendah untuk kepentingan hidup mereka.


1:11 AM |


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _




Visitor Map